Memiliki rumah adalah impian setiap orang. KPR, adalah salah satu cara yang bisa kamu tempuh untuk bisa wujudkan rumah imajinasimu dalam wa...

Ingin Ajukan KPR Tapi Masih Blacklist BI Checking, Bagaimana?

Memiliki rumah adalah impian setiap orang. KPR, adalah salah satu cara yang bisa kamu tempuh untuk bisa wujudkan rumah imajinasimu dalam waktu cepat. Namun masalahnya, bagaimana kalau saat kamu memiliki dana untuk ajukan KPR tapi kamu masih terjebak dalam blacklist BI checking? Apa yang harus kamu lakukan kalau begini?

KPR Tapi Masih Blacklist BI Checking

Mengenal BI Checking dan Cara Kerjanya

BI checking adalah informasi catatan mengenai lancar atau tidaknya pembayaran kredit atau kolektabilitas yang terdapat dalam Sistem Informasi Debitur atau SID. Sistem ini sendiri adalah sistem yang berisi informasi mengenai debutur serta fasilitas kreditnya untuk dipertukarkan ke sesama lembaga keuangan.

Dalam BI checking ini, tercatat identitas debitur, pemilik dan pengurus, fasilitas penyediaan dana atau pembiayaan yang diterima, agunan, penjamin dan kolektabilitas. Semua informasi ini bisa diakses lembaga keuangan baik bank atau non bank asalkan mereka terdaftar dalam anggota Biro Informasi Kredit.

Dengan adanya sistem ini, anggota Biro Informasi Kredit bisa memberikan data debitur atau pengambil kredit setiap bulan ke bank Indonesia dan semua data itu tersimpan dalam SID untuk diolah. Dari sinilah, bank bisa memutuskan apakah kamu berhak menerima pengajuan kredit KPR atau tidak dengan cara menilai kolektivitasmu.

Apa yang Harus Dilakukan Bila Masih dalam Daftar Blacklist?

Setelah kamu tahu bagaimana cara kerja dari BI checking ini dan mengecek bagaimana status kamu di dalamnya lalu ternyata hasilnya blacklist karena kesalahan di masa lalu, apa yang harus kamu lakukan?

Padahal, kalau masuk daftar tersebut, kamu tak bisa wujudkan desain rumah yang bikin relax dengan KPR sesuai keinginan?  Kalau hal ini yang terjadi, kamu bisa mengikuti alur melepas blacklist alias membersihkan catatan BI checking, dengan cara mengunjungi pihak bank Indonesia terdekat lebih dulu.

Hal ini bisa kamu lakukan bila kamu tak bisa memastikan bagaimana status blacklist kamu sebelumnya. Di sini, kamu bisa mengecek bagaimana status BI checking kamu. Ada baiknya, kamu membawa semua hal yang diperlukan juga. Kamu bisa menelpon pihak bank lebih dulu untuk menanyakan dokumen apa yang perlu dibawa untuk mengetahui BI checking ini.

Bagaimana Bila Ternyata Blacklist?

Bagaimana kalau ternyata setelah kamu mengunjungi BI terdekat dan ternyata hasilnya tidak seperti yang kamu harapkan? Kalau hal ini yang terjadi, maka kamu harus kembali menghubungi bank yang memberikan laporan bahwa kamu bukanlah debitur yang baik. Kamu bisa menyelesaikan masalah ini lebih dulu untuk membersihkan BI checking.

Bank Indonesia tidak bisa membersihkan riwayat kredit kamu. Hanya bank tempat kamu berutang sebelumnya yang terjadi kredit macet atau hal buruk lainnya yang bisa menghapusnya. Dengan begitu, bila kamu ingin menyelesaikan masalah ini hingga tuntas, kamu harus ke bank yang melaporkan kamu.

Status Kolektibilitas

Ketika kamu mengunjungi pihak bank, kemungkinan ada beberapa peringkat laporan yang diberikan pihak bank atas reputasi kamu sebagai debitur. Laporan kolektibilitas tersebut terdiri dari:

1. Status Lancar atau Kolektibilitas 1
Kolektibilitas satu adalah peringkat reputasi paling baik dan disukai lembaga pemberi pinjaman. Status ini biasanya diberikan karena kamu bisa membayar cicilan pinjaman tepat waktu. Bila ternyata kamu mendapatkan kolektibilitas ini, seharusnya tak ada masalah yang terjadi ketika ajukan KPR.

2. Status dalam Perhatian Khusus atau Kolektibilitas 2
Apabila kamu atau pasangan pernah memiliki tunggakan pinjaman dengan batas maksimal hingga 90 hari, kamu akan mendapatkan status kolektibilitas 2. Cara menyelesaikan status ini, kamu perlu membayar pinjaman yang belum dibayarkan dengan bank bersangkutan. Namun, setelah lunas pun, kamu masih harus menunggu 3 bulan agar bisa ajukan KPR.

3. Status Kurang Lancar atau Kolektibilitas 3
Selanjutnya adalah status kurang lancar atau kolektibilitas 3. Status yang satu ini dikenakan apabila kamu dan pasangan menunggak membayar cicilan hingga 120 hari. Cara menyelesaikannya sama, selesaikan sejumlah tunggakan yang ada agar bank yang melaporkan membersihkan data kamu.

Untuk naik ke kolektibilitas 1, kamu harus tunggu 4 bulan dari status yang satu ini. Nah, kalau sudah berada di kolektibilitas 1, barulah kamu bisa mengajukan pinjaman KPR untuk membangun rumah impian.

4. Status Diragukan atau Kolektibilitas 4
Bila kamu menunggak hingga 180 hari, maka kamu akan dikenakan status diragukan alias kolektibilitas 4. Cara menyelesaikannya sama, bayar sejumlah tunggakan yang kamu lakukan. Untuk bisa naik ke kolektibilitas satu dan ajukan KPR, kamu memerlukan waktu pembersihan hingga 6 bulan lamanya.

5. Status Macet atau Kolektibilitas 5
Bila tunggakan yang kamu lakukan sudah berumur lebih dari 180 hari, maka kolektibilitas kamu sudah termasuk macet atau kolektibilitas. Untuk membersihkannya, kamu harus menunggu lebih dari 6 bulan untuk bisa mengajukan pinjaman KPR setelah membayar semua tunggakan dan denda.

Jika Sudah, Bagaimana?

Ketika bank sudah mengonfirmasi bahwa mereka sudah membersihkan nama kamu di BI checking, maka kamu bisa coba datang kembali ke Bank Indonesia untuk memastikan status kamu bersih. Nah, bila nama kamu sudah bersih, kamu bisa mulai ajukan KPR ke bank yang berwenang dalam memproses KPR kamu seperti bank BTN.

Nah, itulah beberapa hal yang bisa kamu lakukan untuk bisa dapatkan kredit rumah mudah. Asalkan riwayat BI checking kamu bersih, sebenarnya kamu bisa ajukan pinjaman KPR. Kalau tidak, kamu bisa menempuh cara di atas untuk membersihkannya. Bila sudah bersih, ingatlah untuk menjaga reputasi kamu agar selalu bersih dengan bayar angsuran tepat waktu.

0 comments: